Perancang Virtual


TUGAS KELOMPOK (PERANCANG VIRTUAL)

Nama kelompok IV : 1) Adelia Qadar
                                      2) Akmal Fauzan
                                      3) Selvi Ramadanti
                                      4) Nayla Siti Bachtiar
Kelas : X AKL 1 

Kebakaran Kilang Minyak PT Pertamina 

Tangki di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Senin (29/3/2021) dini hari. Mengutip laman Pertamina, Kilang VI Balongan adalah kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero).

Kebakaran Tangki Penyimpan BBM di Balongan, Kabupaten Indramayu menyebabkan lima orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, dan tiga orang hilang. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyatakan sebanyak 912 warga juga diungsikan di berbagai tempat.
Dia merinci 220 warga mengungsi di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, peristiwa terbakarnya tiga unit tangki produk premium 42 T 301 A/B/C itu berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung.

Lalu upaya pemadaman api terus dilakukan petugas pemadam kebakaran dan petugas PT Pertamina.

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkap metode yang digunakan untuk memadamkan kebakaran tangki di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Selain itu, api juga kini sudah bisa dilokalisir.

"Kondisi terkini api telah dapat dilokalisir di dalam bund wall. Jadi di sekitar tangki ini ada tanggul nah api sudah bisa kita lokalisir di sana dan untuk pemadaman kami menggunakan foam ke parimeter bund wall dan pusat nyala api, sehingga dengan demikian kami pastikan bahwa api tidak menjalar ke area lain," kata Nicke dalam konferensi pers, Senin (29/3/2021).

Pihak Pertamina juga sudah melakukan pendinginan di sekitar lokasi kebakaran. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

"Untuk mencegah api itu kita daerah lain kami juga melakukan pendinginan di area sekitar, untuk penanganan ini ada 10 mobil pemadam kebakaran yang kita operasikan," tutur Nicke.

Kondisi pada Selasa pagi dinilai lebih baik dari hari sebelumnya.
Api dan asap yang membubung tidak lagi sebesar yang terjadi pada Senin kemarin.

Pertamina menyatakan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, tetapi pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir. 

Saksi mata menyebut, terjadi ledakan dahsyat melebihi bom. Saksi Deden Nali warga Indramayu yang tinggal sejauh 15 KM dari Kilang Minyak Balongan Indramayu mengaku mendengar ledakan dahsyat. "Pas kejadian meledak, ledakanya sangat dahsyat melebihi ledakan bom entah itu berapa lipat besarnya dari ledakan bom," kata Deden, Senin (29/3/2021). 

Ia menambahkan, rumah warga bergetar hebat saat terjadi ledakan. Apalagi warga yang berdekatan dengan Kilang Minyak itu. "Info dari keluarga yang dekat sana plafon rumah pada berjatuhan. Bumi Indramayu bergetar mas, Masya Allah," tambahnya.
Deden mengatakan, meskipun tidak begitu dekat dengan lokasi kejadian. Namun, ia merasakan hawa yang sangat panas. "Panas mas, ini saya masih ngerasain hawannya," tuturnya.

Dari insiden kebakaran di Kilang Minyak Balongan, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal. 

Saat ini, kilang minyak Pertamina RU VI masih belum aktif beroperasi. PT Pertamina sebelumnya memberlakukan shut down atau penghentian operasi pengolahan bahan bakar minyak.

Storyboard :


Terimakasih ☺️